Verified. Rata-rata wanita pinter nyari uang. Walaupun disembunyiin suami, eh masih ketemu uangnya.

Bener-bener pinter nyari uang. ☺

SUAMI = Seluruh Uang Adalah Milik Istri ☺

Mungkin itu filosofi wanita. ☺

Btw, bukan itu maksud saya. Mereka pinter nyari uang yah karena kerja atau jualan.

Menurut berbagai penelitian, dalam sehari wanita berkata-kata 3X lebih banyak daripada pria. Kebayang kalau kata-kata sebanyak itu diarahkan buat jualan? Beuh, dahsyaaat!

Selain pinter jualan, sebagian wanita juga ANTI berutang. Bahkan sebelum nikah, ada yang berpesan sama calon suaminya, “Mas kalau resepsi, jangan ngutang sama bank ya. Kalau nunggak, ntar istri disita sama bank lho.” Hehehe.

Denger candaan itu, sebenarnya saya pengen ketawa. Tapi takut sama sinetron azab. ☺

Saran saya, kata-kata yang banyak dari seorang wanita itu diarahkan buat parenting (tarbiyah), motivating (dakwah), dan selling (muamalah). Andai harus memilih, maka lakukan yang pertama, yaitu parenting.

Sejenak kita ingat-ingat kembali peristiwa kurban. Biasanya, perhatian kita langsung tertuju pada Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.

Jarang yang membahas ibunya. Padahal, pastilah hati seorang ibu yang paling tertekan. Betul? Tapi akhirnya beliau tetap mengikhlaskan. Kita pun harus membahas hebatnya parenting seorang ibu, sehingga Nabi Ismail bisa menjadi anak yang tegar dan ikhlas.

Jelas, kecintaan ibu terhadap anak memang tiada duanya. Inilah yang menjadi trigger, seorang ibu rumahtangga akhirnya buka olshop. Kenapa? Dia ingin dapat uang tambahan, agar anaknya bisa masuk sekolah terbaik, pakai baju terbaik, minum susu dan suplemen terbaik.

Seorang wanita yang berbisnis, asalkan suaminya ridha, harusnya merasa bangga. Pertama, dia seperti Khadijah RA. Kedua, dia membantu nafkah keluarga. Ketiga, dia berpotensi untuk bersedekah lebih banyak. Bangga tho?

Pada akhirnya, izinkan saya mengucapkan, “Selamat Hari Raya Idul Adha!”

=======

Dari Admin

Artikel ini diangkat dari Postingan Bapak Ippho Santosa di Instagramnya @IpphoRight