Haloo,, Ketemu lagi dengan saya yang akan membahas tentang Mental Pemenang Bukan Pencundang, enterpreneur pastilah seorang pemenang, Maksud nya, Bermental pemenang.

Sejatinya, Bagi mereka yang bermental pemenang, Kegagalan dan tekanan adalah ‘ruang belajar’. Yah, Bukan berarti mereka pengen gaga. Ngak dong, Namun mereka berusaha memetik ilmu dan hikmah di balik kegagalan.

Dan ada satu hal yang perlu kita catat benar-benar. Doa yang belum dikabukan dan impian yang belum terwujudkan, Menyimpan hikmah. Di antaranya, membuat kita lebih tangguh dan lebih sabar, juga lebih giat dalam beramal dan berikhtiar.

Tidak Risih Dengan Penolakan

Penolakan atau rejection itu menyakitkan sekali. Tapi untuk para enterpreneur Mental Pemenang Bukan Pencundang  bukan akhir dari segalanya, apakah Anda tau penolakan itu menyakitkan sekali. Jadi ada riset yang menunjukan bahwa area pada otak kita yang teraktifasi ketika kita mengalami penolakan itu ternyata sama ketika kita mengalami rasa sakit secara fisik. Makanya kenapa rejection itu rasanya menyakitkan sekali sama ketika kita sedang patah hati.

Dalam hal pekerjaan sering kali kita di kecewakan oleh ekspatasi kita sendiri. Self Blaming alias menyalahkan diri kita sendiri dengan cara membandingkan diri sendiri dengan situasi orang lain yang keadaan nya tentu berbeda dengan kita. Selain hal hal besar, sebenernya kalian sadar ngak sih kita itu menghadapi penolakan setiap hari meskipun mungkin hal kecil seperti kalau kita pesan ojol habis itu di cancel dan juga ada nya era teknologi ini kita lebih mudah ditolak.

Ini semua adalah bentuk penolakan yang menyakitkan dan mesikipun mungkin sekala nya kecil. tetep berasa dan meninggal kan emotional wound, Selain penolakan tadi ada hal yang mungkin banyak yang merasakan seperti tidak lolos interview pekerjaan karena hal itu membuat banyak orang mempertanyakan dan meragukan kopetensi diri kita sendiri sehingga berdampak ke kepercayaan diri.

Padahal penolakan adalah hal biasa, Semua orang pernah mengalaminya. Pernah tau quotes ini ngak “Rejection is redirection”. Quotes ini yang saya pegang ketika sedang terkena penolakan dan juga membatu saya mengubah cara pandang terhadap kondsi saat mengalami penolakan sehingga saya merasa bukan sebagai korban lagi dan itu yang memotivasi saya untuk mengabil alih hidup saya karena hidup ini kita yang menentukan bukan orang lain melainkan kita sendiri.

Tidak Takut Dengan Kerugian

Mungkin saat ini Anda sedang memulai atau merintis usaha. Mungkin anda baru menanamkan saham atau baru beli barang dengan     uang 10 juta tapi ternyata ujung ujung nya uang 10 juta anda hilang, Akhir nya anda merasa bangkrut.

Dan anda merasa, Pak, saya mengumpulkan uang 10 juta harus bekerja berbulan bulan bahkan bertahun tahun ngak gampang lho punya uang 10 juta, tidak salah kata kata anda. Tapi sadarkah anda banyak pembisnis besar dan orang sukses itu pada awal nya mengalami proses kebangkrutan atau kerugian tapi kenapa mereka tetap bisa besar bisnis nya.

Ya, Kita lihat banyak sekali orang yang sukses itu mereka mengalami proses kebangkrutan tapi bedanya ketika seseorang mengalami proses kebangkrutan mereka bukan nya apa tapi malah menyerah dan akhir nya benar benar merasa merugi.

Akan tetapi orang yang sukses mereka justru menganggap itu bukan sebuah kebangkrutan melainkan mereka menganggap itu sebuah Uang Sekolah. Ketika anda ingin sukses anda harus menganggap bahwa setiap kerugian itu bukan sebagai malapetaka atau bencana akan tetapi setiap kerugian itu adalah sebuah proses dan itu seperti uang sekolah.

Tidak Kapok Dengan Kegagalan

Hari ini mungkin anda baru merasakan yang nama nya kegagalan, Untuk para enterpreneur Mental Pemenang Bukan Pencundang, Entah itu gagal dalam interview pekerjaan atau gagal bikin bisnis dan munkin juga anda sudah gagal berulang kali sampi anda merasa capek dan sedih yang akhirnya memperngaruhi ke kepercayaan diri, keyakinan akan kempuan anda dan pada akhirnya semua itu bikin anda down.

Ingatlah rumus ini jika anda gagal ‘’DISAPPOINTMENT=EXPECTATIONS-REALITY’’ alias semkain besar expetasi semakin rendah kenyataan semakin besar kekecewaan. Dari situasi seperti ini ada 2 kemungkinan yang terjadi pada sesesorang.

Kemungkinan pertama situasi ini membuat dia hancur, merasa hal yang paling penting dalam hidupnya sirna. Terus menanggapi nya dengan Immature deffense atau bisa di artika setrategi pertahanan diri yang kekanakanaan. Akhirnya marah marah ke orang lain. Mengurung diri, atau berusa mendistaksikan diri dengan kesenangan-kesenangan kecil atau bisa di sebut cari pelarian sekedar nongkrong,belanja,main game sampai ke arah yang agak gelap seperti meminum alkohol,mengonsomsi narkoba atau bahakan bertindak kriminal. Dari situ bahkan seseorang bisa aja kehilangan semangat hidup dan takut untuk punya cita cita lagi dan takut untuk mengejar kehidupan yang baru.

Kemungkinan kedua, Ada yang dari situasi ini justru mampu mengubah hidupnya ke arah yang lebih baik, Menemukan tujuan dan makna hidup yang baru. Adanya kemunduran ini memandang hidup lebih luas. Tragedi yang menimpanya justru mengatarkannya kepada hidup yang lebih baik atau menjadi survival orang orang pemberani. Hal ini terjadi kerena strategi Mature Defense atau bisa di sebut pertahan diri yang dewasa.

Mengkin beberapa orang dari anda akan mengobinasikan jenis strategi itu, Biasa nya habis kecewa,frustasi akan mencari pelarian dulu. Baru lah dari kegagalan tersebut befikir mau ngapin ya kedepannya.

Dan semakin cepat seseorang bisa mengunakan strategi ke dua itu akan bagus buat dirinya. Jangan sampai berlarut larut di strategi pertama yang kekanak kananaan.

Apa Kamu Masih Takut ??

Sejujurya, menurut saya, gagal itu biasa sukses juga biasa. Nggak usah lebay . Tak perlu di dramatisisr. Lagi pula kalau sedang gagal jangan di sebut sebut  ntar malah jadi doa makin gagal.

Orang lain pun muak dan muak mendengarkanya. Mestinya harapkan yang baik baik saja. Mudah mudahan hasil nya membaik. Insya Allah.

Pasti ada Jalan Nya

Dan sebagus-bagusnya rencana kita, belum tentu sesuai dengan rencana Allah, Perlu sabar, Baik sangka, dan tawakal. Minimal kita di catat allah sebagai hamba yang sabar, Berbaik sangka, dan ridha dengan ketetapan-Nya.

Sekalai lagi jangan lebay dengan kegagalan. Bisa saja, Tak perlu mendratisir alih alih begitu anggaplah kegagalan sebagai ruang utuk belajar.

Termikasih sudah membaca tulisan ini semoga bermanfaat untuk kita semua. Baca juga tentang BISNIS ANAK MUDA di tulisan saya.

 

About Author