Bolehkah wanita bekerja atau berbisnis?

#KetikaWanitaBerbisnis, inilah tema seminar saya belakangan ini. Wanita memang tidak wajib mencari uang. Tapi boleh, dengan sederet catatan.

Salah satu kelebihan wanita dalam bisnis adalah multi-tasking. Bisa melakukan beberapa hal dalam waktu bersamaan. Selain itu, wanita lebih konsisten dan lebih detail dalam urusan bisnis.

However, prioritas bagi seorang wanita adalah anak, suami, dan rumahnya. Jangan sampai ini dinomorduakan hanya karena bisnis dan rupiah. Kalau ini sampai terjadi, itu namanya salah kaprah.

Ingat. Bagi seorang pria, nafkah keluarga tetaplah tanggung-jawabnya. Istri kaya-raya? Istri durhaka? Istri beda agama? Tetap saja pria (suami) yang harus menafkahi.

“Mas Ippho, istri saya cerdas. Dia S2, bahkan kandidat S3. Kan sayang banget kalau dia di rumah saja,” celetuk salah satu peserta seminar.

Begini. Di rumah itu ada anak. Baiknya curahkan kecerdasan dan kehebatan sang ibu itu pada anaknya, the best investment. Anak itu investasi terbaik.

Saat ini, saya diamanahi 3 anak. Anak saya yang kedua, #Fathima. Berkerudung, tapi alhamdulillah juara lari, jago ice skating, dan jago gymnastic. Disebut jago kalau dibandingin pemula sih.

Di rumah dia sangat kritis. Berani mengkritik papa, mama, dan oma-nya, hehehe. Demikian pula anak saya yang pertama, #Khadija. Saya percaya, anak-anak saya bisa tumbuh begitu cerdas karena didampingi sungguh-sungguh oleh ibunya, istri saya.

Teman-teman yang punya bisnis, terutama wanita, hendaknya paham prioritas bagi seorang wanita. Prioritasnya adalah anak, suami, dan rumahnya. Bukan bisnisnya. Bukan profit-nya.

Para pria (para suami) hendaknya lebih giat dalam mencari nafkah. Memang hukumnya begitu. Itu adalah tanggung-jawabmu. Sebisanya, jangan sampai membebani istrimu.

 

Ditulis oleh Ippho Santosa

About Author