HEMAT BUKAN SEGALANYA

HEMAT BUKAN SEGALANYA

Secara umum, berhemat itu baik. Tapi ingat, berhemat itu ada batasnya. Karena itulah saya menyarankan alternatif lain, yang lebih mensolusikan.

HEMAT seperlu apa? Sebatas apa? Kalau sudah mentok, gimana?

Sewaktu kerja dulu, saya selalu bawa lauk dari rumah, disiapkan oleh ibu saya. Pas sudah punya kendaraan, ketika jam istirahat, saya pulang dan makan di rumah. Lebih hemat, lebih sehat, lebih nikmat.

Ketika ekonomi membaik sekalipun, saya tetap jarang makan di luar. Biasanya di rumah aja. Hemat. Nikmat. Sesekali ada juga saya makan di luar, misal di restoran, kalau lagi menemani tamu atau keluarga. Pendemi gini? Yah jelas, di rumah aja.

Kemudian saya menyadari, hemat itu ada batasnya. Contoh, sekali makan, habis Rp 20 ribu. Paling banter kita bisa berhemat 15% sampai 30%. Nggak nyaman rasanya kalau di-press lagi budget-nya. Begitu juga untuk urusan bensin, kuota, sabun, dll.

Maka, solusi yang saya tawarkan adalah tingkatkan pendapatan. Ya, pen-da-pa-tan. Dan menariknya, ini nggak ada batasnya. Bisa 100%, 200% bahkan lebih. Asyik tho? Terutama bagi mereka yang terbiasa dengan dunia bisnis dan penjualan. Yang setuju, bantu share tulisan ini ya.

Ingat, banyak pendapatan itu lebih nikmat daripada banyak pendapat, hehe…

😁😁😁

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *