Sukses Dengan 4P Ala Ippho Santosa

Sukses Dengan 4P Ala Ippho Santosa
Oleh : Qoni Makhfudhoh

Sukses Dengan 4P Ala Ippho Santosa – Rasanya sesuatu jika berbicara tentang mas Ippho Santosa. Seorang penulis mega best seller, yang bukunya selalu mampang di deretan paling depan di rak toko buku. Selain itu dia juga merupakan motivatir profesional dan pebisnis sukses. Berikut ilmu yang beliau bagikan untuk kesuksesan usaha kita.
4P Oleh Ippho Santosa di dalam marketing. Mari kita simak baik-baik istilah 4P ini ya!
1. Product
Adanya produk (barang dan jasa) yang kita jual dan tawarkan adalah syarat penting sebelum aktif di pasar. Seorang produsen maupun perusahaan harus memiliki produk yang berkualitas. Tujuannya agar konsumen tidak merasa rugi apabila telah menggunakan produk kita.
2. Price
Standart harga yang kita patok juga sangat berpengaruh terhadap minat calon pembeli lho. Asal menentukan harga dapat berakibat fatal pada bisnis kita selanjutnya.
3. Place
Tempat terjadinya transaksi antara penjual dan pembeli. Letak strategis sekaligus dapat menciptakan kenyamanan tersendiri bagi konsumen. Mereka bisa balik lagi, dengan alasan puas, bahkan menjadi pelanggan tetap.
4. Promotion
Promosi seputar produk yang kita jual. Hal ini bertujuan supaya orang-orang yang butuh barang tahu bahwa kitalah penjualnya. Ahem. Boleh juga di tahap awal kita melakukan trik menarik pembeli dengan melakukan promo. Misalnya beli dua gratis satu atau selama seminggu pertama harga didiskon 10 persen. Pokoknya biar pembeli merasa pingin nyoba produk kita.

Jika Anda adalah pemula dan mau berbisnis. Tak usah ragu untuk memulai ya.Hanya jika Anda berminat untuk belajar dan tidak malu untuk menjadi pebisnis yang sukses.

Sebenarnya tidak harus memiliki produk dan mampu produksi sendiri. Setidaknya, untuk tahap awal. Kita bisa mulai dengan ‘menjual’ dan ‘menjualkan’. Vendor dan produk bisa dari mana saja. Pilih yang terbaik. Cara ini relatif mudah dan cost-nya relatif rendah. Anda bisa memulai dengan menjadi reseller atau dropshiper.

Sejarah Nabi Muhammad SAW juga pernah melakukan peranan ini lho. Beliau tidak langsung menjadi pedagang yang memiliki dagangan(produk) melainkan menjualkan barang dagangan saudagar kaya. Salah satunya adalah bunda Siti Khadijah, yang di kemudian hari menjadi istri baginda Nabi Muhammad SAW. Bukankah beliau adalah suri tauladan yang baik? Benar, terdapat uswatun khasanah pada diri Rasulullah SAW.

Selama 25 tahun, bukan satu-dua tahun. Baginda Nabi Muhammad SAW menjual dan menjualkan. Bisa jadi beliau pernah menjadi seorang reseller atau sejenisnya.

Setidaknya, ada empat fungsi dalam bisnis menurut Robert Kiyosaki. Produksi, keuangan, SDM, dan marketing. Sebagai pemula, Anda tidak harus menguasai semuanya. Tidak harus. Cukup salah satunya saja. Misal, marketing. Itu pun sudah cukup disebut pengusaha.

Produk sendiri? Produksi sendiri? Sekali lagi, tidak harus.

Kalau Anda menjadi dealer Yamaha atau buka showroom Suzuki, Anda tidak melakukan produksi apapun. Hanya marketing tho? Kurang-lebih begitu juga saat Anda menjadi reseller atau agent produk tertentu. Mungkin fashion. Mungkin suplemen. Atau yang lainnya.

Bisnis kadang rumit. Tapi tidak serumit yang kita bayangkan. Menurut mas Ippho Santosa yang terpenting adalah berani memulai dan mau belajar. Seiring perjalanan waktu, insya Allah diri kita dan bisnis kita akan lebih baik selalu. Tidak boleh hanya teori yang dikuasai tetapi action atau praktik yang harus didahukukan lho ya. Semoga usaha kita sukses, berkah berlimpah. Aamiin.

Selanjutnya ada lagi 4P lain ala mas Ippho Santosa. Yuk kita kupas satu per satu!

Dalam bisnis, kita juga harus memperhatikan 4P yang terdiri dari :
1. Praising
Praising itu ingat Allah. Sejatinya hamba yang bertakwa akan selalu mengingat Tuhannya dalam setiap helaan nafas. Kita harusnya merasa diawasi, bahwa setiap gerak-gerik kita dilihat oleh-Nya, dengan begitu niscaya kita akan berhati-hati dalam bertindak serta mengambil hanya yang halal. Keren kan?
2. Planet
Planet itu ingat lingkungan. Seberapa besar usaha yang kita telah rintis dari nol, seharusnya bermanfaat bagi lingkungan. Secara garis besar, ‘Jangan buang limbah sembarangan!’ kalau masih bisa diolah ya … olahlah! Jika tidak, sediakan tempat khusus untuk pembuangan. Sayangi bumi kita.
3. People
People itu ingat karyawan, pelanggan, dan masyarakat. Wah, ini kece banget ya? Di sini nilai sosial bakal jadi aspek penting kesuksesan bisnis kita. Apa yang kita ciptakan sebenarnya tidak bisa lepas tanpa mereka semua. Orang yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya bukan?
4. Profit
Profit ini soal laba. Mustahil jika seseorang berbisnis tidak menghitung untung dan rugi bukan?

Sebagai contoh adalah Joger. Apa sih Joger? Nama Joger berasal dari singkatan, di mana suku kata “Jo” dari nama pendirinya yaitu Joseph dan suku kata “Ger” dari nama temannya yaitu Gerhard Seeger. Soalnya, Gerhard Seeger adalah satu sumber dana pendirian toko Joger awal-awal.

Happiness-oriented, ini adalah falsafah yang ia anut dan ia terapkan. Salah satunya, jam kerja yang manusiawi di tokonya, yakni mulai pukul 10.00 (pagi) hingga pukul 18.00 (sore). Menurut mas Ippho Santosa beliau memang nyentrik orangnya. Mereka pernah bertemu belasan tahun yang lalu.

Adapun motto hidupnya. “Lebih baik sedikit tapi cukup, daripada banyak tapi kurang.” Dia sama sekali tidak tertarik untuk bersikap ekspansif besar-besaran pada bisnis kaosnya. Selain bidang bisnis, Joseph juga aktif di bidang sosial dengan mendirikan Garing, yayasan yang menyantuni orang-orang yang belum mampu makan tiga piring nasi dalam sehari. Ya, Joger memperhatikan People. Bukan sekadar Profit. Keren ya?

Demikian pula madu dan propolis dari Bridlington, Inggris, yang turut memperhatikan masyarakat di sekitarnya, bukan karyawan dan konsumen belaka. Ini adalah contoh yang bagus buat kita. Lantas, apa yang bisa kita lakukan sebagai pemain UKM?

Berdayakan keluarga kita dan tetangga kita. Jangan sampai merusak alam apalagi kalau berdampak permanen. Jangan sampai menutup jalan dan trotoar saat berjualan. Jangan sampai menekan supplier walaupun kita berkesempatan untuk itu. Ini yang dinamai Shared Values. Insya Allah, dengan begini bisnis kita bisa bertahan lama. Survive and sustain. Satu hal lagi, mudah-mudahan juga lebih berkah.

UANG bisa membeli kebahagiaan jika Anda habiskan dengan cara yang benar. Salah satunya dengan berbagi. Demikianlah pesan profesor psikologi dari University of British Columbia, Elizabeth Dunn, setelah melalui penelitian yang mendalam. Menariknya, penelitian sebelumnya juga mengungkapkan bahwa menghabiskan uang untuk membantu orang lain bisa membuat hati lebih bahagia ketimbang membeli barang-barang.

Membahagiakan orang lain bukan sekedar ucapan. Yah boleh-boleh saja, tapi bukan itu yang utama. Bagaimana kita menceriakan dan membahagiakan mereka setiap kali ada kesempatan, itu jauh lebih utama. Ingat Shared Values ya! Harta jika semakin dibagi maka akan terisi penuh lagi. Alhamdulillah.

Yuk praktek! Semoga berkah berlimpah. Aamiin

Ngawi, 22 Desember 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *